|

Ahli Gizi Bagikan Tips Mengolah Makanan Bersantan yang Aman di Tubuh

Saat lebaran, berbagai macam makanan biasanya dihidangkan sebagai suguhan merayakan momen ‘kemenangan’ usai berpuasa selama satu bulan lamanya.  Seperti hidangan bersantan yang tidak bisa absen di meja makan. Opor dan lodeh, selalu menjadi menu terbaik untuk makanan berat saat lebaran.

Sayangnya, mengonsumi santan secara berlebihan akan memberikan dampak buruk pada tubuh kita. Ahli Gizi RS Indriati Solo Baru, Rista Yulianti Mataputun, menjelaskan bahwa santan termasuk sumber lemak. Jika dikonsumsi secara berlebihan, santan dapat meningkatkan kadar lemak darah dan memicu kenaikan berat badan.

Cara mengolah santan yang lebih sehat Agar tetap bisa menikmati hidangan bersantan tanpa khawatir berlebihan, berikut beberapa cara mengolah santan yang tepat:

1. Jangan dimasak terlalu lama Rista menjelaskan bahwa santan sebenarnya termasuk lemak baik karena mengandung asam lemak dan trigliserida yang relatif mudah dibakar tubuh. Namun, jika dipanaskan terlalu lama hingga mendidih berulang kali, kandungan lemaknya bisa berubah menjadi lemak jenuh. Lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Karena itu, santan sebaiknya dimasukkan pada tahap akhir memasak dan tidak dipanaskan lebih dari tiga menit, misalnya saat membuat sayur lodeh. 2. Hindari memanaskan berulang kali Masakan bersantan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berkali-kali.

Proses pemanasan berulang dapat menimbulkan lapisan minyak di permukaan makanan, yang berpotensi meningkatkan kandungan lemak jahat. Baca juga: Pakar UGM Ungkap Tips Cegah Berat Badan Naik Saat Puasa 3. Perhatikan kombinasi bahannya Anggapan santan menyebabkan kolesterol tinggi sering kali muncul karena santan dimasak bersama bahan tinggi kolesterol seperti jeroan, daging berlemak, atau telur dalam jumlah besar.

Ditambah lagi dengan konsumsi nasi berlebihan, asupan kalori pun meningkat drastis. Contohnya saat mengonsumsi es cendol: santan yang dicampur gula merah tentu membuat kandungan kalorinya semakin tinggi.

Konsumsi santan saat puasa Pada bulan Ramadhan, konsumsi santan juga perlu diperhatikan, terutama bagi penderita maag. Bagi sebagian orang, makanan bersantan yang dikonsumsi saat perut kosong dapat menimbulkan rasa perih atau begah.

Santan tetap boleh dikonsumsi saat berbuka, asalkan tidak dalam bentuk santan kental dan tetap dalam porsi wajar. Namun, bagi penderita gangguan lambung, sebaiknya lebih berhati-hati. Pada akhirnya, menikmati hidangan bersantan saat Lebaran bukanlah hal yang dilarang. Kuncinya terletak pada cara mengolah, memilih kombinasi bahan, serta mengatur porsi makan. Dengan begitu, momen kebersamaan tetap terasa hangat tanpa mengorbankan kesehatan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *